Seminar Akan Datang

What's On? - Juni 2019

5-6 Juni 2019 - Seminar Injil Liburan (SIL) PAPL di BNKP Tangerang Selatan 

lebih detail...

November - What’s Great

Pengajar adalah pembelajar

2 Timotius 2:2 "Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain". Mengapa orang senang menjadi guru? Pertanyaan itu bisa menjadi sebuah perenungan bagi setiap pendidik, guru, pembicara, speaker, pengkhotbah atau apapun namanya. 

Pada dasarnya orang lebih senang didengarkan dibanding mendengarkan. Orang senang dituakan dan diminta pendapat. Bayangkan jika Anda berada di sebuah kelompok dan di sana Anda dimintai pendapat dan dihormati, pasti Anda merasa senang bukan? Mungkin itu menjadi salah satu jawaban mengapa orang ingin mengajar dan menjadi seorang pendidik.

Hal yang kedua adalah kesenangan untuk menjadi pemimpin.
Berbicara tentang seorang leader atau pemimpin, maka pemimpin juga adalah seorang "guru" dalam batas-batas tertentu. Seorang guru yang tidak memiliki murid atau pengikut, tidak dapat dikatakan bahwa ia adalah seorang guru asli.

Tapi tahukah Anda, apa yang salah dengan orang yang selalu bicara, dituakan, dimintai pendapat, dan mengajar orang lain? Saat seorang secara terus menerus melakukan kebiasaan ini, maka dia dapat kehilangan kebiasaan sebaliknya, yaitu KEBIASAAN MENDENGARKAN dan KEBIASAAN BELAJAR.

Karena seorang guru atau pendidik merasa lebih banyak tahu dan merasa diri lebih berwawasan dan lebih tinggi dari yang lain maka dia berhenti belajar. Memang pada awalnya dia belajar, tapi sampai waktu tertentu, jika dia tidak menjaga passion-nya, pengajar tersebut akan jatuh ke dalam jebakan ini, yaitu menjadi seorang yang tidak mau berubah. Padahal seharusnya pengajar yang baik haruslah menjadi seorang pembelajar sepanjang masa. Seperti kata Howard Hendrick, dia lebih senang diajar oleh seorang guru yang seperti sungai yang mengalir, bukan seperti kolam air.
Sungai yang mengalir bicara tentang masuk dan keluar. Pembelajar yang baik harus selalu mendapatkan asupan dan nutrisi, mempunyai growth mindset dan tidak stuck atau berhenti untuk belajar.

Berikut adalah beberap tips agar Anda terus menjadi seorang pembelajar:

1. Tetapkan diri Anda bahwa Anda selalu berada dalam kerendahan hati dan mau terus belajar, selalu merasa kurang dan ingin terus mendapatkan hal yang baru dan segar.

2. Berikan alokasi dari waktu 24 jam Anda beberapa waktu untuk belajar dan membaca, misalkan 30 menit sampai 1 jam.

3. Diskusikan dengan kelompok yang tepat tentang apa yang Anda pelajari. Tidak selalu kelompok offline, dapat juga kelompok online, tergantung kebutuhan Anda.

Ingatlah apa yang dikatakan nabi Yesaya, ”Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” (Yesaya 50:4)

by Surya B
Pendidik Kreatif